6 Rukun Haji Sesuai Urutan yang Wajib Diketahui Setiap Muslim

Haji merupakan salah satu rukun Islam kelima yang menjadi salah satu ibadah yang sangat diinginkan bagi banyak umat muslim dari seluruh dunia. Ibadah haji hukumnya tidak wajib bagi mereka yang “belum mampu” Ibadah haji juga bisa berhukum wajib bagi muslim yang sudah mampu secara fisik, keuangan dan juga mental. Hal ini menjadi wajib karena haji merupakan salah satu rukun Islam dan merupakan salah satu dasar syariat dalam Islam.

Tidak hanya persiapan berkas seperti paspor, Kartu Tanda Penduduk dan lain sebagainya. Selain berkas haji juga memerlukan persiapan-persiapan lain seperti pemahaman mendasar mengenai syarat wajib dan rukun haji agar ibadah bisa berjalan lancar dan bernilai sah. Haji merupakan salah satu ibadah mahdhah, yaitu ibadah yang memiliki tata cara pelaksanaan yang urutannya telah ditetapkan berdasarkan dalil dan firman Alloh SMT tujuan dari ibadah mahdhah seperti Haji tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mendekatkan diri kepada Alloh.

Salah satu syarat agar ibadah haji dapat bernilai sah adalah dengan mengikuti seluruh rukun-rukun haji, pelaksanaan rukun yang tidak tepat akan membuat haji dianggap tidak sah. Untuk itu sebelum berangkat haji biasanya pasti akan ada pembekalan haji, yaitu berupa pelatihan teknis bagaimana haji dilaksanakan (manasik haji). Dalam pelatihan manasik, para jamaah yang akan berangkat haji akan belajar mengenai syarat haji, rukun, dan wajib haji. Untuk rukun haji mari kita pelajari bersama dalam artikel berikut ini.

Rukun Haji Berdasarkan Mazhab

Dalam bahasa Arab mazhab berarti jalan yang dilalaui, maksudnya adalah aliran atau haluan dalam memahami praktik teologis atau hukum dalam memahami hukum untuk umat Islam. Tak terkecuali dalam rukun haji, terdapat 4 mazhab yang menjelaskan bagaimana rukun-rukun haji, yaitu:

  • Mahzab Hanafi Yang pertama adalah mazhab Hanafi, yaitu cara pandangan yang diutarakan oleh ahli fikih Imam Abu Hanifah. Menurut Abu Hanifah rukun haji hanya ada dua yaitu, wukuf di Arafah dan Tawaf di Ifadah. Mahzab Hanafi juga merupakan mazhab yang terkenal paling ringan dan sederhana karena dua hal selain yang telah disebutkan tadi tidak dihitung sebagai rukun yang harus dikerjakan pada saat haji.
  • Mahzab Maliki selanjutnya adalah Maliki, yaitu mazhab yang didirikan oleh Imam Malik bin Anas. Menurut Imam Malik ada setidaknya 6 rukun haji yang hukumnya wajib untuk dikerjakan, yaitu Ihram, wukuf di Arafah, tawaf Ifadah, Sa’i, tahallul (memotong rambut gundul) dan yang terakhir adalah tertib dalam mengerjakan rukun (teratur dan berurutan).
  • Mazhab Syafi’i Sama halnya seperti mahzab Maliki, Mazhab Syafi’i juga menyebutkan ada 6 rukun dalam berhaji, yaitu: Ihram, wukuf di Arafah, tawaf Ifadah, Sa’i (bukit Shafa dan Marwah) dan menggundul rambut (tahallul) dan yang terakhir adalah tertib dalam pelaksanaan rukun. Mazhab Syafi’i diperkenalkan oleh Abu Abdullah Muhammad bin Idris As Syafi’i atau yang lebih dikenal sebagai Imam Syafi’i di awal abad ke-9.
  • Mazhab Hambali dibawa oleh Imam Ahmad bin Hambal. Menurut mazhab Hambali terdapat 4 rukun haji, pendapatnya sama dengan mazhab Maliki, yaitu: ihram, wukuf, tawaf ifadah dan sa’i.

6 Rukun Haji

Setelah Sahabat mengetahui apa-apa saja rukun dalam haji menurut 4 mazhab selanjutnya yang harus diketahui adalah apa penjelasan dari masing-masing rukun. Berikut penjelasannya.

Ihram

rukun haji ihram

Ihram merupakan salah satu rukun dalam haji di mana ke 4 mazhab menyebutkannya sebagai rukun wajib. Ihram sendiri berarti sebuah keadaan suci di mana para jamaah haji telah berniat menjalankan ibadah haji. Para jamaah dapat membaca niat berikut:

وَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بحَجِّةِ

Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala labbaika Allahumma hajjan.

Artinya: “Saya berniat haji dengan berihram karena Allah Ta’ala, aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk melakukan haji.”

Setelah selesai niat jamaah haji bisa mengenakan pakaian ihram, pakaian antara laki-laki dan perempuan juga berbeda. Untuk laki-laki mengenakan 2 kain, satu sebagai sarung dan yang satu digunakan sebagai selempang di badan untuk menutup aurat. Sementara untuk wanita, diperbolehkan memakai pakaian biasa dengan ketentuan bersih dan suci dan tidak mengumbar aurat dan tidak diperbolehkan menutup muda dan telapak tangan.

Setelah ihram terdapat beberapa larangan-larangan yang harus diikuti, yaitu: menutup kepala, memakai wangi-wangian, mengenakan kaos kaki atau sepatu, membunuh hewan/berburu atau memakan buruan, berhubungan badan untuk suami istri.

Wukuf

rukun haji wukuf di arafah

Wukuf merupakan salah satu rukun saat haji, yang mana seluruh jamaah akan berkumpul dan bermalam di padang Arafah. Wukuf juga disebut sebagai puncak dalam rangkaian haji, selama wukuf para jamaah diharuskan membaca takbir dan tahmid. Waktu pelaksanaan wukuf di padang Arafah dimulai saat tergelincir matahari tanggal 9 Dzulhijjah hingga terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah.

Tawaf

Tawaf adalah berjalan di sekeliling Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Tawaf Ifadah dikerjakan setelah jamaah sampai di Mina untuk melempar jumrah. Pada dasarnya ada beberapa jenis Tawaf pada saat haji akan tetapi yang menjadi rukun hanya tawaf ifadah. Adapun beberapa jenis tawaf antara lain:

  • Tawaf Qudum adalah bentuk tawaf yang dilakukan sebagai sambutan atau ucapan selamat datang saat pertama kali tiba di Mekah. Ini merupakan amalan sunnah bagi jemaah yang melaksanakan ibadah haji atau umrah. Dalam tawaf ini, jemaah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali sebagai tanda penghormatan atas kedatangannya di kota suci.
  • Tawaf Ifadhah merupakan salah satu rukun utama dalam ibadah haji yang wajib dilaksanakan setelah jemaah kembali dari Wukuf di Arafah. Tawaf ini juga dikenal sebagai Tawaf Ziarah dan memiliki kedudukan penting dalam penyempurnaan ibadah haji. Selain itu, Tawaf Ifadhah juga merupakan rukun dalam ibadah umrah.
  • Tawaf Sunah adalah tawaf yang dilakukan dengan tujuan semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT. Tawaf ini tidak terikat oleh waktu tertentu dan dapat dilakukan kapan saja oleh jemaah yang berada di Masjidil Haram. Tawaf ini menunjukkan kecintaan dan ketaatan kepada Allah.
  • Tawaf Tahiyyat adalah tawaf sunah yang lazim dilakukan saat pertama kali memasuki Masjidil Haram. Ini merupakan bentuk penghormatan dan salam kepada Baitullah. Jemaah yang memasuki masjid suci ini biasanya melaksanakan Tawaf Tahiyyat sebelum melakukan ibadah lainnya.
  • Tawaf Nazar adalah tawaf yang dilakukan sebagai pemenuhan terhadap nazar atau janji yang telah dibuat oleh seorang Muslim. Jika seseorang bernazar untuk melakukan tawaf sebagai bentuk ibadah atau syukur kepada Allah, maka ia harus memenuhi nazarnya dengan melaksanakan tawaf ini.
  • Tawaf Wada’, atau tawaf perpisahan, dilakukan sebelum jemaah meninggalkan Mekah. Ini merupakan tanda penghormatan terakhir dan bentuk perpisahan dengan Baitullah. Tawaf ini mencerminkan rasa hormat dan kecintaan jemaah terhadap Ka’bah sebelum kembali ke tempat asal mereka.

Sa’i

Sa'i

Sa’i dalam haji adalah berjalan kaki atau berlari kecil secara bolak-balik dari bukit Shafa ke Marwah sebanyak tujuh kali. Karena memerlukan kondisi fisik yang cukup prima terdapat kompensasi apabila jamaah tidak kuat berlari maka diperbolehkan untuk menggunakan kursi roda dan boleh untuk dibantu, biasanya akan ada jasa dari pihak Masjidil Haram yang akan membantu. Sunnah untuk berlari-lari kecil hanya diperuntukkan bagi jamaah laki-laki sementara jamaah perempuan disunnahkan untuk berjalan cepat.

Tahallul

Tertib dalam rukun haji setelah Sa’i adalah Tahallul atau memotong rambut setidak-tidaknya tiga helai rambut akan tetapi lebih baik memotong rambut hingga gundul untuk jamaah laki-laki. Sementara untuk jamaah perempuan hanya disyaratkan memotong ujung-ujung rambut saja, paling sedikit tiga lembar. Tahallul juga merupakan rukun yang menggugurkan segala larangan yang disyaratkan saat sesudah ihram, jamaah juga sudah diperbolehkan untuk mengenakan pakaian lain selain pakaian ihram.

Tertib

rukun haji tertib

Yang terakhir untuk penjelasan rukun haji adalah tertib, yang artinya pengerjaan rukun pada haji dan umroh harus dikerjakan secara tertib atau berurutan.

Baca juga: Panduan Lengkap Syarat Bikin Paspor Umroh Terbaru

Pembiayaan Haji dan Umroh Adira Finanace

Untuk sahabat yang sudah berniat ingin pergi haji segera daftarkan diri segera, karena hal tersebut merupakan ketukan hati dari Alloh SWT yang tidak semua muslim rasakan. Adira Finance memberikan kemudahan untuk para sahabat yang ingin mendaftar haji melalui program Pembiayaan Haji dan Umroh. Tidak usah khawatir soal riba, akad yang digunakan dalam pembiayaan haji dan umroh Adira Finance merupakan akad syariah, yaitu murabahah. Yaitu sebuah akad jual beli dengan adanya margin sebagai keuntungan untuk penjual dan kemudahan memperoleh barang adalah sebuah keuntungan yang diperoleh oleh pembeli. Jadi secara teknis sahabat bisa mendaftar haji dengan sistem pembayaran cicilan yang mana tenor pembayaran disepakati oleh kedua belah pihak.

error: Content is protected !!
Scroll to Top